Rumah Tahan Gempa

By | January 30, 2019

Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Di Indonesia sering terjadi gempa bumi, baik gempa bumi teknonik maupun vulkanik. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki gunung api aktif yang cukup banyak dan wilayah Indonesia merupak pertemuan lempeng antara sirkum pasifik dan sirkum atlantik. Dua hal tersebut mebuat potensi gempa di Indonesia cukup tinggi. Efek kerusakan akibat gempa juga cukup besar. Hal itu bisa dibuktikan dengan gempa di aceh tahun 2004 dan di Yogyakarta tahun 2006. Kedua gempa tersebut mengakibatkan kematian ribuan orang dan kerugian material yang cukup besar.

Gempa bumi merupakan salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kedatangannya. Belum ada teknologi yang bisa memprediksi datangnya gempa bumi. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan membuat konsep rumah yang tahan gempa. Konsep rumah tahan gempa tentu saja berkembang dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi dan juga penelitian mengenai karakteristik gempa yang pernah terjadi. Namun pada prinsipnya ada beberapa konsep dasar mengenai rumah tahan gempa, yaitu :

  1. Konsep bangunan rumah tahan gempa merupakan bangunan yang simpel dan kompak. Kompak disini memiliki pengertian bahwa adanya satu kesatuan diantara struktur rumah. Struktur rumah saling bahu membahu untuk menyalurkan beban secara merata. Sehingga bangunan yang simpel merupakan tuntunan dari desain rumah tahn gempa.
  2. Konstruksi bangunan yang ringan.

 Pemilihan material yang bisa mengurangi beban bangunan sangat membantu untuk konsep rumah tahan gempa. Dengan konstruksi yang ringan maka beban yang ditanggung oleh tanah semakin ringan. Dengan teknologi materaial sekarang sudah banyak material bangunan yang ringan.

  1. Pondasi yang kuat dan fleksibel

Salah satu syarat pondasi yang kuat menahan beban gempa adalah tidak patah ketika terkena gaya gempa. Oleh karena itu pondasi harus dibuat kokoh dan kuat. Selain itu pondasi juga dibuat fleksibel, terutama untuk menerima beban horisontal dari gempa. Dengan pondasi yang fleksibel maka pondasi bisa mengikuti gaya gempa dan tidak melawan gaya gempa. Biasanya agar pondasi menjadi fleksibel, pada bagian bawan pondasi diberi lapisan pasir dengan ketebalan minimal sekitar 5 cm.

  1. Struktur bangunan yang monolit
Baca Juga  Rumah split level

Struktur yang monolit artinya bahwa struktur rumah dari pondasi sampai atap menjadi satu kesatuan yang utuh. Hal ini bisa dilakukan dengan memberi ikatan antar struktur yang baik dan sesuai standar. Dengan struktur yang monolit, maka struktur akan memberi reaksi yang sama ketika terjadi beban gempa. Dengan reaksi yang sama, maka kemungkinan patahnya struktur bisa dikurangi.

rumah tahan gempa

Pondasi Rumah Tahan Gempa

Fungsi pondasi adalah meyebarkan beban bangunan ke tanah. Oleh karena itu pastikanlah  tanah dimana pondasi akan dibuat memiliki kestabilan dan kekuatan yang cukup keras. Bila dirasa kurang keras dan kurang stabil maka diperlukan pekerjaan pendahuluan untuk memperkuat lapisan tanah dasar untuk pondasi atau dengan memperdalam galian tanah sampa mencapai tanah keras.

Setelah penggalian tanah untuk pondasi  selesai dikerjakan, disarankan untuk membiarkan selama beberapa waktu supaya tanah menjadi cukup padat. Pemadatan bisa dilakukan dengan cara menyiram menggunakan air dan memadatkannya secara manual. Dan jika tanah masih belum padat,  bisa menambahkan lapisan sirtu (pasir batu) ke lapisan dasar pondasi dan memadatkannya menggunakan stamper agar lapisan dasar tanah untuk pondasi benar-benar keras.

pondasi rumah tahan gempa